Apabila Prabowo Dipasangkan dengan Puan Maharani, Seluruh Pengamat Memprediksi akan Mengulang Kegagalan Mega-Pro di Masa Lalu

Sitijenarnews.Com Jakarta Rabu 4 Mei 2022; Idulfitri selalu menjadi momen indah warga masyarakat Indonesia saling bersilaturahmi satu dengan yang lainnya.

 

Tak terkecuali pejabat negara hingga politisi partai.

 

Hal inilah yang terjadi kala Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, bertamu ke rumah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Megawati Soekarnoputri.

 

Keduanya bersilaturahmi di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat.

 

Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani.

 

Sementara, Megawati didampingi putra-putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani serta anggota keluarga lain.

 

Usai pertemuan dua ketua umum partai politik raksasa di Indonesia itu, banyak yang menafsirkan terjadinya koalisi PDI Perjuangan – Partai Gerindra dalam menuju Pemilihan Presiden 2024.

Bahkan sekalipun Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang juga ada dalam kesempatan itu membantah adanya pembicaraan politik antar kedua pimpinan partai itu, banyak yang menafsirkan terjadinya koalisi.

Lebih jauh, adanya indikasi Mega membuka peluang memasangkan putrinya, Puan Maharani dengan Prabowo untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

Apalagi, Megawati dan Prabowo memiliki pengalaman berkoalisi pada Pilpres 2009.

Dalam koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra, Megawati didapok menjadi calon presiden, sedangkan Prabowo menjadi wakilnya.

Pasangan capres dan cawapres itu disebut Mega-Pro.

Meskipun kans keduanya memenangi Pilpres 2009 terbuka lebar, baik Megawati dan Prabowo harus mengakui kekalahan dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono.

Lantas, berbekal pengalaman gagal di masa lampau, apakah ada kans bagi PDI Perjuangan dan Gerindra berkoalisi mengusung Prabowo-Puan untuk memenangi Pilpres 2024?

Kans Prabowo – Puan di Pilpres 2024

Hasil survei Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan adanya persaingan ketat apabila Prabowo Subianto berpasangan Puan Maharani melawan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 2 pasangan itu, Prabowo-Puan unggul atas paslon Anies-AHY.

Prabowo-Puan mendapat dukungan sebanyak 41 persen, sedangkan Anies-AHY memperoleh suara 37,9 persen, dan responden yang belum tahu atau tidak menjawab sebanyak 21 persen.

Begitu pun hasil simulasi antara Prabowo-Puan melawan Ganjar-Airlangga.

 

Simulasi ini menggambarkan suara Prabowo-Puan tidak berbeda jauh dengan pasangan Ganjar-Airlangga.

Namun, bedanya pasangan Ganjar-Airlangga lebih unggul suara dibandingkan Prabowo-Puan.

Ganjar-Airlangga mendapatkan dukungan sebanyak 40,3 persen, sedangkan Prabowo-Puan 39,3 persen, dan 20,5 persen yang belum menentukan pilihan.

“Nah, ini keadaanya seimbang, Ganjar-Airlangga 40,3 persen dan Prabowo-Puan 39,3 persen,” ucap Mujani.

Lebih lanjut, pendiri SMCR tersebut menambahkan, melalui pola seperti ini, belum bisa diperkirakan pasangan mana yang akan unggul pada Pemilu nanti.

Ia menyebut, kemungkinan Prabowo akan lebih berat untuk menaikkan suaranya dibandingkan Ganjar atau Anies.

 

Pasalnya, Prabowo dinilai sudah berkali-kali mengikuti kontestasi pilpres.

Di sisi lain, Saiful menilai koalisi pilpres akan semakin mengerucut dalam penentuan pasangan akhir tahun ini.

“Saya kira di akhir tahun ini, ini sudah semakin mengerucut pasangan ini,” jelasnya.

Dalam simulasi yang dilakukan, SMRC mengajukan tiga pasangan kepada responden yang disurvei.

Hasilnya, elektabilitas ketiga pasangan itu seimbang.

“Anies-AHY mendapatkan 29,8 persen suara. Ganjar-Airlangga 28,5 persen, dan Prabowo-Puan memperoleh 27,5 persen. Masih ada 14,3 persen yang belum menjawab atau tidak tahu,” jelasnya.

 

(Red/Tim-Biro Pusat Sitijenarnews)

error: