Diduga Tidak Mematuhi Kelengkapan Berkendara, Pelanggan Parkir Alun-alun Situbondo Terjaring Penertiban Polisi

  • Whatsapp

Situbondo, Sitijenarnews.com ~ Sejumlah pelanggan parkir di area alun-alun Situbondo, kembali dibuat tidak berkutik. Pasalnya, mereka ikut terjaring dalam penertiban kendaraan tanpa kelengkapan oleh Petugas Lantas Polres Situbondo. Sabtu malam (16/01/2021).

Penertiban dilakukan, diduga dikarenakan ada sekolompok anak remaja usia belasan tahun yang membuat gaduh suasana dengan cara memblayer-blayer (Ngegas-ngegas) motor di sekitar pinggir alun-alun.

Read More

Kegiatan kongkow-kongkow tersebut, nampaknya diprediksi akan mengadakan persiapan adu balap di sejumlah titik di suatu tempat di Situbondo. Sebab alun-alun selama ini hampir selalu menjadi jujukan pelaku balap motor liar.

Dalam pantauan diketahui beberapa Polisi langsung tanggap serta mendatangi sumber kegaduhan, guna menghalau pemuda yang berada di titik kumpul. Kemudian petugas kembali menyisir tempat parkir alun-alun. Beberapa kendaraan kepergok kedapatan motor yang tidak memiliki kelengkapan berkendara.

Penertiban yang dilakukan oleh petugas di lokasi tempat parkir alun-alun tersebut, terbukti Polisi mendapati sepeda motor protolan, tanpa spion, knalpot brong dan ban motor tak layak menurut standar keamanan.

Iptu Teguh, Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Lantas menjelaskan, “Kita tadi habis patroli bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk melaksanakan penertiban di kafe-kafe, dalam perjalanan selanjutnya disekitar alun-alun, kami menemukan sepeda motor protolan. War-wer War-wer, ngebrong-ngebrong, ngegas-ngegas. Otomatis ya kita tindak dan tertibkan. Karena hal itu juga melanggar aturan.” Tuturnya.

Ia menambahkan, “Selanjutnya di lokasi tempat parkir alun-alun, kita melihat ada kendaraan yang nggak ada spion, nggak pakai plat nomor, ban nya juga kecil. Kan itu bisa membahayakan keselamatan mereka dalam berlalu lintas, untuk itu ya perlu kita tindak. Jadi disini, di samping kita menertibkan untuk pencegahan covid 19 juga menertibkan masyarakat, untuk berlaku tertib dalam berlalu lintas, guna mencegah pelanggaran dan mencegah kecelakaan lalu lintas.” Imbuhnya.

Di tempat yang sama, wartawan media ini kemudian meminta keterangan kepada Fitri (18) pelanggan parkir alun-alun yang mengaku domisili di tenggir. Ia mengatakan, “Posisi motor saya sebelumnya berada diparkiran alun-alun. Memang saya menyadari motor nggak ada spion dan nggak punya SIM. Kemudian kami disuruh nuntun ke pos pantau ini untuk ditilang.” Keluh nya.

Sementara lain hal nya dengan pendapat AN (60) Selaku orang tua pelaku yang hadir di pos pantau, ketika ditelpon anak nya untuk membantu dalam proses pengurusan tilang Polisi.

Ia menerangkan, “Anak saya ini memang bandel mas. Saya tidak mempersoalkan Polisi untuk menilang. Justru saya bersyukur, supaya ini menjadi pembelajaran bagi dia. Bahwa apapun yang dilakukan anak, orang tua tetap terlibat di dalamnya. Apalagi dia belum bekerja.” Gumamnya.

Ia kembali menjelaskan, “Saya sebagai orang tua tidak pernah bosan-bosan menasehati, Ban yang sudah terpasang standar, jangan diganti ceper. Sudah nggak pakai helm, lampu juga tidak nyala. Sebab ini kan sangat membahayakan keselamatan nya. Biar kapok lah, kalau sudah begini pasti orang tua yang ikut campur masalah. Semoga sadar dia dengan kelakuan nya. Kalau bisa motor nya diamankan saja sampai 1 bulan, biar dia nggak kemana-mana. Pergaulan macam apa ini.” Tegasnya

Menurut laporan Petugas dalam melakukan penindakan nya, terhitung pelanggar yang terjaring berjumlah 11 pengendara motor yang di tilang dalam berbagai pasal karena kurang sadar nya melakukan penerapan pada kendaraan. Aturan yang ada, sebaiknya dipatuhi demi keselamatan. Tingkat kan kesadaran masyarakat untuk tertib.

 

(Bakir)

Related posts