Ditengah keterbatasan lahan. Rutan Situbondo terus genjot inovasi program pembinaan dan kemandirian kerja di bidang Pertanian

Sitijenarnews.com Situbondo Sabtu 6 Juli 2024: Rutan Kelas IIB Situbondo sampai hari ini terus melakukan pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khususnya bagi warga binaan  melalui pembibitan Tanaman Hortikultura seperti Selada,Daun Min Sawi dll.

Keterangan Foto : H Supriadi dan Para WBP di Tengah kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi bekal khususnya bagi warga binaan  agar mampu menghasilkan ribuan bibit tanaman dan sayuran siap tanam dan Siap Edar. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan memberikan pengalaman kepada mereka untuk pembibitan dan Pembudidayaan tanaman dengan harapan setelah bebas nanti dapat terus mengembangkannya dan dapat bercocok tanam sendiri,” ujar H Supriadi Salah Satu Petugas bagian Kemandirian di Rutan Kelas IIB SITUBONDO ini.

Diakui Memang Banyak terobosan yang dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Situbondo. semenjak di Pimpin oleh Kepala rutan Rudi Kristiawan salah satu nya berbagai inovasi dan gagasan telah dilakukan untuk Rutan Kelas IIB Situbondo. Salah satunya program pembinaan kemandirian yang merupakan salah satu tujuan utama sebagai media pembinaan bagi warga binaan agar lebih aktif dan produktif, dapat memanfaatkan waktu dalam menjalankan masa hukuman dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Dalam pemanfaatan lahan dan pengoptimalan pembinaan kemandirian bagi WBP, Kepala Rutan Situbondo Rudi Kristiawan juga sempat Menjelaskan dibeberapa kesempatan menjelaskan bahwa memanfaatkan area area kosong dibelakang bangunan rutan (branggang) yang memang tidak terlalu luas dengan menanam tanaman hidroponik khususnya daun mint. Adalah salah satu inovasi dan dalam rangka membentuk kreativitas warga binaan, untuk pertama kalinya Bimbingan Kerja Rutan Kelas IIB Situbondo ini juga membuat gebrakan produksi Teh Celup Daun Mint Hidroponik.

Awalnya hasil panen dari kegiatan pembinaan hidroponik ini berhasil dijual kepada masyarakat di sekitar lingkungan Rutan Kelas IIB Situbondo melalui kegiatan Car Free Day. Masyarakat menyambut hal ini dengan positif karena sayur hidroponik memiliki karakteristik khusus dan memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan sayur organik, tetapi seiring berjalannya waktu Rutan Situbondo menciptakan suatu inovasi suatu gebrakan membuat teh celup dari daun mint/Pappermint,” tutur Rudi.dalam beberapa kesempatan lalu.

Ditengah keterbatasan lahan. Rutan Situbondo terus genjot inovasi program pembinaan dan pembinaan kerja di bidang Pertanian

Dimana berdasarkan beberapa penelitian dari para ahli, minum teh peppermint dapat membantu meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi dan fokus. Aroma peppermint mampu meningkatkan daya ingat dan kewaspadaan. Ini membuat otak jadi lebih fokus dan pikiran menjadi segar sepanjang hari. Didalam teh peppermint mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, asam folat, dan flavonoid yang merupakan antioksidan.

Kegiatan pembinaan ini harus terus didukung dan tentunya dengan pengawasan selalu dari pegawai khususnya regu pengamanan, terlihat di SAE area branggang Rutan Kelas IIB Situbondo terdapat beberapa WBP di dampingi petugas sedang melakukan pengemasan Teh Celup Daun Mint Hidroponik yang selanjutnya akan di pasarkan kepada masyarakat melalui kegiatan CFD yang setiap minggunya dilakukan oleh jajaran Rutan Kelas IIB situbondo. Dan dapat dilihat dari cara pengemasannya saja, walaupun masih dengan cara manual terlihat teh celup yang di produksi sangat higienis sekali.” ujar Rudi waktu itu.

Rencana kami ke depan, di branggang Rutan Situbondo ini akan kami jadikan sarana asimilasi dan edukasi,” imbuhnya.

Inovasi ini juga menarik minat dan menjadi contoh dibeberapa lapas dan rutan di Jawa Timur salah satu contoh belum lama ini Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, juga datang dan belajar berbagai inovasi dan implementasi kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan ke Rutan Kelas II B Situbondo, Jawa Timur ini.

Inovasi ini juga menginspirasi beberapa warga binaan salah satunya Kepala desa kayumas abd Jalil yang saat ini juga menjadi warga binaan di rutan karena tersandung permasalahan hukum.dia menyebutkan hal seperti ini akan juga diterapkan nantinya setelah dia pulang ke desanya karena di wilayah nya minim lahan subur dan minumnya pengairan dengan metode seperti ini pertanian di desa kami akan lebih baik lagi ujarnya

Keterangan Foto: Ditengah keterbatasan lahan. Rutan Situbondo terus genjot inovasi program pembinaan dan pembinaan kerja di bidang Pertanian

Sekedar diketahui Program Pembinaan Kemandirian, merupakan salah satu tujuan utama pembinaan bagi warga binaan rutan Situbondo agar bisa membuka wirausaha setelah selesai menjalani masa hukumannya.

(Red Tim-Sitijenarnews Biro Situbondo Jatim)

error: