Jembatan Gantung di Pajarakan Probolinggo Putus, 36 Siswa SMP Jatuh ke Sungai, Belasan Korban Terluka

Sitijenarnews.com Pajarakan Probolinggo Jatim Jum’at 9 September 2022; Puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terjatuh dari atas jembatan gantung.

Dok Fhoto, Sling Besi Putus, Jembatan Gantung di Probolinggo Ambruk saat Dilewati Banyak Siswa, Jatuh ke Sungai di Pajarakan Probolinggo

Mereka terjatuh setelah jembatan yang mereka lewati tiba-tiba putus, Jumat (9/9/2022).

 

Jembatan gantung itu berada di Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

 

Akibat kejadian itu, sebanyak 36 orang terjatuh ke sungai.

 

Dari jumlah tersebut, 14 siswa dan seorang guru mengalami luka ringan dan dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

 

Sementara 22 siswa lainnya dipulangkan ke rumah masing-masing.

 

Jembatan penghubung desa di Kabupaten Probolinggo ambruk, puluhan siswa terjatuh ke sungai, Jumat (9/9/2022).

 

“Tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa ini,” kata Kapolsek Pajarakan Iptu Eko Purwadi,

 

Berikut dibawah ini Kronologi lengkap Kejadiannya;

Peristiwa itu bermula saat SMPN 1 Pajarakan mengadakan kegiatan jalan sehat.

Kegiatan sehat itu diikuti oleh 600 siswa beserta guru, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional 2022.

Rute jalan sehat salah satunya melalui jembatan gantung di Desa Krejingan.

Diduga karena tidak kuat menahan beban, jembatan akhirnya roboh dan putus saat rombongan terakhir melintas.

Para siswa pun berjatuhan ke sungai yang berada di bawah jembatan.

Penyebab Jembatan Putus

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra mengatakan, jembatan gantung yang putus itu sudah berusia 20 tahun.

Jembatan itu tiba-tiba putus karena tak kuat menahan beban.

Selain itu, kata Hengki, ada siswa yang menggoyang-goyangkan jembatan itu saat melintas.

“Jembatan gantung ambruk dikarenakan overload, ketika berada di atas jembatan, sekitar 36 siswa tersebut berkumpul serta menggoyang-goyangkan jembatan.”

“Karena overload, akhirnya cantolan pemberat jembatan yang ada di ujung itu patah,” jelasnya,

Dijelaskan Hengki, beban yang ada saat kejadian memang di luar kemampuan.

Sekira 36 anak berada di atas jembatan pada saat bersamaan.

Jika satu anak beratnya 50 kilogram, maka jembatan menanggung beban 1,8 ton.

Belum lagi, siswa yang menggoyang-goyangkan jembatan makin memperparah kondisi hingga akhirnya roboh.

“Jembatan gantung harusnya dilewati, kalau diam tentunya akan menambah beban pada jembatan,” terangnya.

 

Jangan lupa Tonton dan Simak Video Lengkap Ambruknya Jembatan Gantung Di Pajarakan yang mengakibatkan puluhan Siswa Terluka yang berhasil dihimpun oleh Tim Awak Media Sitijenarnews di bawah ini;

 

 

(Red/Tim-Biro Sitijenarnews  Pajarakan Probolinggo Jatim)

error: