Mengintip Aksi yang Dilakukan oleh Hacker Bjorka, Siapa sosok di Baliknya?

Sitijenarnews.com Jakarta Selasa 13 September 2022; Nama Hacker ‘Bjorka’ beberapa waktu belakangan ini menjadi hal yang sangat ramai diperbincangkan. Pasalnya, bukan sembarang meretas, ia membocorkan beberapa data penting yang dimiliki oleh negara, seperti data pemilih KPU, surat rahasia BIN, bahkan dalang di balik terbunuhnya aktivis Munir –yang selama ini ditutup-tutupi— sampai kasus ini kadaluarsa. Selain itu, hacker Bjorka ini cukup berani menghina orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan. Pertanyaannya, siapa sebenarnya sosok di balik nama ‘Bjorka’ ini?

Keterangan fhoto, Usai Diduga Jual 1,3 Miliar Data Sim Card Ponsel, Hacker Bjorka Kembali Bikin Geger, Berhasil Ungkap Sosok Pembunuh Munir Sebenarnya?

Curi 1,3 Miliar data SIM card milik Kominfo

Kasus ini bermula dari bocornya data SIM card Indonesia yang disebut berjumlah kurang lebih 1,3 Miliar data. Atas isu kebocoran data ini, perwakilan pihak Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan selaku Semuel Abrijani Pangerapan, mengungkap agar hacker jangan menyerang.

Ada sejumlah dokumen yang diklaim diretas oleh Bjorka, antara lain dokumen surat menyurat milik Presiden Joko Widodo, termasuk surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

“Berisi transaksi surat tahun 2019 – 2021 serta diokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia,” demikian yang tertulis di dalam situs Breached.to.

Selain itu, dalam unggahannya, hacker tersebut menjelaskan bahwa telah mengunggah total 679.180 dokumen berukuran 40 Mega Byte (MB) dalam bentuk data terkompres.

Sejumlah contoh dokumen juga dicantumkan dalam unggahan yang diberi judul.

Antara lain, “Permohonan Dukungan Sarana dan Prasarana”, “Surat Rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup” dan “Gladi Bersih dan Pelaksanaan Upacara Bendera pada Peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019”.

Merespons itu, Kepala Sekretariat Heru Budi Hartono menyatakan, tidak ada satu pun dokumen surat menyurat Presiden Jokowi yang diretas.

Namun, ia menegaskan, segala tindakan peretasan adalah perbuatan melanggar hukum dan ia meyakini aparat bakal menyelesaikan masalah ini.

“Saya rasa penegak hukum akan melakukan tindakan hukum. Nanti akan ada pernyataan resmi pejabat terkait,” ujar dia.

Tampaknya, tak hanya ikut campur dalam hal meretas data saja, lebih dari itu Bjorka terjun lebih jauh ke dunia ‘pemerintahan’ Indonesia. Ia menyinggung beberapa pejabat di Indonesia dalam akun Twitter pribadi miliknya. Ada sederet nama yang disebut-sebut oleh Bjorka, mulai dari Samuel Abrijani, Erick Thohir, Puan Maharani, hingga Denny Siregar.

 

Melalui @bjorkanism, ia menyindir Puan Maharani terkait para demonstran yang datang ke kantor Puan tepat di hari ulang tahunnya. Sedangkan kepada Erick Thohir, ia dengan gamblang menulis bahwa Erick tidak akan menjadi presiden, dan menyuruhnya berhenti mondar-mandir untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Sedangkan Denny Siregar ditanya tentang “bagaimana rasanya hidup dari uang pajak rakyat?”

 

Tak sampai di sana saja, hacker Bjorka terus menerus menjanjikan untuk membocorkan data penting negara. Ia bahkan mengungkap bahwa dirinya akan merilis data rahasia milik presiden Joko Widodo dengan total data 679.180 data. Salah satu dari data tersebut adalah dokumen dari Badan Intelejen Negara (BIN) dengan label rahasia.

 

Selain itu, ada pula data terkait dengan dalang di balik terbunuhnya aktivis Munir Said Thalib atau Munir yang diracun dalam perjalanan menuju Belanda di tahun 2004. “Saya akan memberi Anda nama jika Anda bertanya siapa yang berada di balik pembunuhan Munir. Dia adalah Muchdi Purwopranjono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya,” ungkap Bjorka secara terang-terangan.

Nama ini sebenarnya sudah tak baru, karena Muchdi Purwopranjono juga pernah menjalani proses hukum pembunuhan Munir.

 

Keterlibatan Muchdi Purwopranjono dalam kasus tewasnya Munir ini berkaiatan dengan posisinya kala itu saat menjabat Deputi V BIN.

 

Munir meninggal dunia pada Rabu 7 September 2004 di dalam pesawat dalam sebuah perjalanan dari Jakarta ke Belanda.

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan Munir meninggal dunia karena diberi racun arsenik.Muchdi PR pernah didakwa menjadi dalang pembunuhan tersebut namun divonis bebas di tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung (MA) dan saat ini bahkan menjadi pimpinan Partai Berkarya.

Pengadilan kemudian menetapkan Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai tersangka pembunuhan munir.

Meski sudah banyak sekali data-data penting yang diungkap oleh ‘bad actor Bjorka’, sampai saat ini masih belum diketahui sosok di balik peretas ulung ini. Bjorka tampil sebagai Bjorka mengungkap bahwa apa yang ia lakukan ini adalah dedikasi untuk seorang temannya yang merupakan korban kebijakan di masa Orde Baru.

 

Namun, meski belum ditemukan siapa sosok di balik ‘Bjorka’ ini, Ketua DPP Nasdem, Willy Aditya mengungkap bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam tulisan Bjorka diksi bahasa dalam negeri. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa Bjorka akan mudah sekali ditemukan oleh aparat.

 

(Red/Tim-Biro Pusat Sitijenarnews)

error: