Pemerintah Rencanakan Naikan Harga Pertalite, Masyarakat Mampu Diharap Tak Gunakan BBM Subsidi

Sitijenarnews.com Jakarta Senin 22 Agustus 2022; Diketahui Dalam Waktu Dekat ini Pemerintah bakal menaikan harga Pertalite, masyarakat yang tergolong mampu diharapkan tak gunakan BBM subsidi lagi.

Masyarakat mampu diharapkan tidak melakukan pembelian Pertalite saat Harga BBM mulai naik

Pemerintah merencanakan kenaikan harga Pertalite yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dibulan Agustus 2022 ini.

Saat ini, harga BBM Subsidi Pertalite dibanderol Rp 7.650 per liter untuk wilayah Jakarata dan diisukan akan naik menjadi Rp 10.000 per liter.

 

Keputusan tersebut dipicu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 terus membengkak pada tahun 2022 ini.

 

APBN tak mampu lagi menampung beban subsidi BBM yang kini sudah mencapai Rp 502 triliun.

 

Apabila pemerintah tidak segera merespons hal ini dengan penyesuaian kebijakan, maka diperkirakan anggaran yang dikeluarkan BBM Subsidi akan mencapai Rp 550 triliun di akhir tahun 2022.

 

Sementara, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan di tengah tingginya harga BBM, Pemerintah berkomitmen untuk tetap mengupayakan ketersediaan BBM untuk masyarakat.

 

Namun demikian, saat ini sedang disiapkan beberapa opsi agar BBM subsidi yang memang peruntukkan untuk masyarakat berdaya beli menengah ke bawah dapat tepat sasaran.

 

“Saat ini sedang dikaji banyak opsi secara keseluruhan, nanti kita akan pilih yang terbaik, karena subsisdi ini kompensasinya sudah berat sekali, sementara harga minyak masih cukup tinggi,” ujar Arifin Jumat (19/8/2022) lusa kemarin.

Arifin mengatakan, BBM subsidi merupakan BBM yang diberikan subsidi oleh Pemerintah menggunakan dana APBN.

Jumlahnya terbatas sesuai dengan kuota, harganya ditetapkan Pemerintah dan diperuntukan untuk konsumen pengguna tertentu.

Jenis BBM yang termasuk BBM bersubsidi adalah Biosolar dan Pertalite.

Untuk itu, Arifin meminta kepada masyarakat yang mampu untuk tidak lagi membeli BBM subsidi yang memang bukan peruntukannya.

“Pemerintah terus berupaya agar masyarakat tidak kekurangan bahan bakar. BBM bersubsidi seperti pertalite itu hakikatnya untuk membantu masyarakat yang daya belinya itu belum cukup, nah jangan sampai yang sudah cukup tetapi membeli pertalite,” pungkasnya.

Hal ini bertujuan agar BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan berkeadilan.

Untuk itu, masyarakat juga harus disiplin menggunakan BBM sesuai dengan haknya.

 

(Red/Tim-Biro Lusa Sitijenarnews)

error: