Program PT-GAI Kembali Berantakan: Puluhan Kades Di Situbondo Menjadi Sasaran Bidik Empuk Para Oknum dengan Senjata Surat Panggilan 6 Maret 2023 di Polda Jatim

Sitjenarnews.com Situbondo Jatim Sabtu 4 Maret 2023: Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI) adalah program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan memakai dana APBN yang harusnya untuk mendukung salah satu agenda prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2025, yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Geger Puluhan Kades Di Situbondo Panik dan Diduga Menyuap Oknum yang Mengaku dari Ditintelkam Polda Jatim Gegara Dugaan Kasus Korupsi PT-GAI Tahun 2022

Namun Sayangnya Program ini tak luput dari berbagai Masalah. Yang jelas menjadi Lahan Subur para Maling dan Tukang Peras Uang Rakyat.

Sekedar diketahui Mulai di tahun 2021- 2022 Kemarin Puluhan Berita negatif Terakit Program ini telah ditayangkan Oleh Tim Investigasi Awak Media Sitijenarnews. Dan Headline-news. Terkait Bancakan uang rakyat yang berbalut alasan memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi di Pelosok Desa Utamanya Di kabupaten Situbondo ini.

Keterangan Fhoto,Kabupaten Situbondo 74 Desa yang Tercatat Sebagai Penerima Program P3GEI Pada Tahun 2022 lalu

Menurut pantauan Tim Investigasi awak Media Sitijenarnews dan Headline-news Ada Ratusan desa di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh program tersebut,

Progam yang diperuntukkan melakukan rehabilitasi Jaringan Irigasi, peningkatan Jaringan Irigasi, dan/atau pembangunan Jaringan Irigasi ini Terdapat di Beberapa daerah di Jawa Timur

Keterangan Fhoto,Kabupaten Situbondo 74 Desa yang Tercatat Sebagai Penerima Program P3GEI Pada Tahun 2022 lalu

Dan diantara yang memperoleh program tersebut ialah Kabupaten Situbondo.pantauan Tim Awak media ini Kabupaten Situbondo 74 Desa yang Tercatat Sebagai Penerima Program P3GEI Pada Tahun 2022 lalu.

Yang mana kita ketahui Bersama Penerima P3 TGAI terdiri atas Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), dan/atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A).

Diawal- awal Dimulainya program ini saja aroma tak sedap mulai Tercium. yang mana para Broker Yang Diduga kuat adalah Oknum Anggota DPR RI dan Oknum DPRD Situbondo yang mengatasnamakan Aspirator mulai bergerilya Meminta Fee sampai dengan Puluhan Persen.

Keterangan Fhoto,Kabupaten Situbondo 74 Desa yang Tercatat Sebagai Penerima Program P3GEI Pada Tahun 2022 lalu

Begitupula dipertengahan jalan Saat Program ini dimulai. Nampak Hampir Semua Pekerjaan dikerjakan dengan banyak Persoalan. Hal itupun juga tak luput menjadi Sorotan Kami Tim awak Media ini.

Nah Hasil Investigasi Terbaru dari Tim Media Sitjenarnews dan Headline-news biro Situbondo Jatim adalah. Dalam Kurun waktu Beberapa hari Terakhir. atau tepatnya awal Bulan maret ini. Hampir Semua Kepala desa yang mendapatkan Program ini Berbondong – bondong. Diduga Melakukan Transaksi Suap Kepada Beberapa Oknum yang mengaku Berasal dari Ditintelkam Polda Jatim yang dipimpin oleh oknum yang diduga berpangkat Kompol.

Pantauan Tim awak media ini pun juga  menemukan info. Bahwa beberapa hari Terakhir ini oknum Ditintelkam Polda Jatim Berada dan Bergerilya di Wilayah Hukum Polres Situbondo ini.

Tak tanggung-tanggung Konon Jumlah uang yang Disetorkan oleh para kades itu Bernilai Puluhan Juta Rupiah kepada tim yang konon berjumlah 7 Personil tersebut.

Saat Dikonfirmasi dan Menurut Keterangan Beberapa Kades Yang Tidak mau Disebutkan namanya karena beralasan Takut. Menyebutkan Puluhan dari kami Telah menyetor Sejumlah uang kepada Beberapa orang Oknum Polda Jatim yang datang Kemarin mas.

Besarannya Bervariasi ada yang 20- 60 Juta/Kades. Ujarnya Saat Dikonfirmasi Secara Ekslusif oleh Tim Investigasi Awak Media Sitjenarnews dan Headline-news biro Situbondo Jatim Tengah malam ini Jum’at 3 Maret 2023 di Kediaman Salah Satu Kepala Desa yang Terletak di Salah satu Kecamatan Diwilayah tengah Kabupaten Situbondo ini.

Menurut Pantauan tim awak Media Sitjenarnews dan Headline-news yang Beberapa hari terakhir Kemarin Membuntuti Gerak – Gerik Mereka Diketahui Modus Beberapa Oknum Ditintelkam Polda Jatim yang Diketahui Membawa Beberapa Mobil Warna Putih Berjenis Fortuner dan Ertiga yang Salah satunya Bernopol L…PL ini Memakai jasa Beberapa Oknum LSM Untuk Membantu Kegiatan mereka selama di Situbondo dan Oknum LSM Tersebut ikut Mengintimidasi para kades agar melakukan Negosiasi.dan lalu Gayungpun akhirnya Bersambut Beberapa Oknum kades pun Bersedia menjadi Mediator Pengantar Pesan kepada kades lainnya dan Transaksi pun Dimulai dibeberapa titik di Situbondo beberapa hari terakhir ini.

Pertemuan berlangsung diantaranya meminjam Beberapa Polsek di wilayah barat Situbondo dan ( Pada Siang Hari) dan Dibeberapa hotel dan Rumah Makan di Seputaran Banyuglugur, Pasir Putih dan di Salah satu Hotel di Jl Raya Pantura Karang Asem Kota Situbondo Dan di salah satu Alfamart yang terletak di jalur pantura Bungatan Situbondo Jatim. Yang mana beberapa lokasi tersebut juga terdapat CCTV. Kejadian yang diperkirakan terjadi pada Kamis Malam Jum’at 2 Maret 2023.

Terbaru, Saat Tim Investigasi Dari Awak Media Sitijenarnews dan Headline-news Biro Situbondo Jatim,Melakukan Pemeriksaan Melalui Rekaman CCTV di Alfa Mart di Jalan Raya Pantura Bungatan nampak jelas Transaksi tersebut dilakukan oleh salah satu Kades dengan Rombongan Tim Yang mengaku dari Unit Dirintelkam Polda Jatim. Kejadian Diperkirakan Terjadi pada Hari Hari Jumat Sekira pukul 08.45 s/d 09.50. Wib

Keterangan Fhoto,Kabupaten Situbondo 74 Desa yang Tercatat Sebagai Penerima Program P3GEI Pada Tahun 2022 lalu

Ironi Memang kalau kita (Para Pembaca) Melihat Fenomena ini. Pastinya Publik juga Bertanya ada apa? dan mengapa puluhan kades di Situbondo ini. Begitu Takutnya hingga harus Menggelontorkan Uang Puluhan Juta untuk Menyuap Oknum Anggota Polisi yang Mengaku Dari Ditintelkam Polda Jatim ini.?

Padahal Kita Ketahui Proyek P3GEI ini Hanya Bernilai kurang Dari 200 Juta Rupiah. Belum lagi dipotong dana operasional Pokmas dan Fee para Brokernya.

Konon Sebelum dilakukan Penandatanganan Penyerahan Program ini di Bulan Agustus 2022 lalu. Dari Pihak BPK Jatim Telah Melakukan Audit dengan Sistem Acak nah kenapa ada panggilan mereka semua tiarap dan Segera melakukan Lobi-lobi.?

Keterangan Fhoto, Dokumen Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Kegiatan PT-GAI/ Tahap 1 Tahun 2022

Nah Kalaupun ada temuan dan Kerugian Keuangan Negara dalam kegiatan ini. harusnya kan dilakukan secara transparan Baik dalam Proses dan Penindakannya. dikarenakan ini adalah Uang Negara yang berupa APBN

Anehnya malahan mereka (Para Kades)  takut kepada oknum APH yang menjadi Pengamen dengan Bermodalkan Surat panggilan untuk Menakut-nakuti para kades yang desanya Menerima Progam Tersebut.

Mungkin Pesan kami Redaksi Media Online dan cetak Sitjenarnews dan Headline-news Kepada Yang Terhormat Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Toni Harmanto. Agar Segera Melakukan Penyelidikan atas dugaan perilaku menyimpang beberapa Oknum Jajaran dibawahnya ini melalui Bid Propam Polda Jatim.

Keterangan Fhoto, Panggilan kepada para kades Untuk kegiatan P3-TGAI yang tahun 2021

Kalaupun benar ada Panggilan pada Senin 6 Maret Lusa Besok yang Bertempat di Ruang unit 1 Subdit  II Ditintelkam Polda Jatim mohon Dipantau dan Terkait hal ini Harusnya Semua kades di 74 Desa yang Tercatat Sebagai Penerima Program P3GEI Pada Tahun 2022 Dipanggil untuk Dimintai Keterangan.

Dikarenakan Pengakuan Beberapa kades Sudah Jelas. Bagi Siapa yang Membayar kemarin dia tidak dipanggil. alias Surat Panggilannya Diambil kembali oleh si Petugas dan yang tidak membayar Harus Hadir Senin Lusa Besok.

Program PT-GAI Kembali Berantakan: Puluhan Kades Di Situbondo Menjadi Sasaran Bidik Empuk Para Oknum dengan Senjata Surat Panggilan 6 Maret 2023 di Polda Jatim untuk Kegiatan yang Tahun 2022

Karena jikalau Pengakuan Beberapa Oknum Kades diatas itu Benar adanya. Hal ini akan Menjadi Preseden Buruk dan Menambah Daftar Panjang Keburukan Oknum dan Citra Polri dimasa yang akan datang.

(Red/Tim-Biro Sitjenarnews dan Headline-news Situbondo Jatim)

error: