Rusaknya Moral Generasi Penerus Kita: Miris Ratusan Pelajar SMP dan SMA di Ponorogo Jatim Hamil di Luar Nikah.

Sitjenarnews.com Ponorogo Jatim Kamis 12 Januari 2023: Kabar Heboh Ratusan pelajar SMP dan SMA di Ponorogo hamil di luar nikah.

Miris Ratusan pelajar SMP dan SMA di Ponorogo minta dispensasi nikah usai hamil di luar nikah

Kini Mereka ramai-ramai mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Ponorogo.

Berdasarkan data Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Ponorogo, anak-anak melakukan hubungan suami istri karena pengaruh pergaulan dan media sosial. Dari awalnya tertarik, kemudian mencoba melakukan hubungan badan.

“Mereka banyak dipengaruhi banyak fasilitas yang dipakai untuk nongkrong, anak-anak juga menjadi dewasa sebelum waktunya karena media sosial,” kata Kepala Dinas Sosial dan P3A Ponorogo, Supriyadi, Siang ini Kamis (12/1/2023).

Dia mengaku terkejut atas temuan tersebut. Dirinya memastikan fenomena ini akan menjadi atensi pihaknya.

Atas temuan tersebut, menurut Supriyadi, pihaknya akan mengintensifkan pembinaan terhadap anak-anak tentang reproduksi dan pernikahan. Program akan melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan unsur terkait lainnya.

“Cukup mengejutkan bagi kami di antaranya yang mengajukan dispensasi sudah hamil. Kami sudah dapat data resmi dari pengadilan agama. Ini jadi atensi kita,” ujar dia.

Sebelumnya, ratusan pelajar SMP dan SMA hamil. Temuan terungkap setelah para siswi ramai-ramai mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Ponorogo.

Humas Pengadilan Agama Ponorogo, Ruhana Faried mengatakan, jumlah siswi yang mengajukan dispensasi nikah mencapai ratusan. Bahkan pada pekan pertama 2023, pihaknya menerima tujuh permohonan dispensasi.

“Semua dikabulkan karena sudah memenuhi unsur mendesak. Mereka hamil bahkan sudah ada yang melahirkan,” katanya.

Secara terperinci, sebanyak 191 pemohon mengajukan dispensasi kepada Pengadilan Agama Ponorogo pada 2022. Sementara setahun sebelumnya, pada 2021, jumlahnya mencapai 266 pemohon.

Seperti diketahui dan Diberitakan sebelumnya oleh Tim Awak Media Sitjenarnews dan Headline-news biro Ponorogo.yang mana publik di media sosial tengah kini dihebohkan dengan kabar pemberitaan terkait adanya ratusan pelajar di Ponorogo yang mendatangi Kantor Urusan Agama alias KUA untuk mendapatkan dispensasi nikah karena usia mereka belum cukup untuk melangsungkan pernikahan.

Dispensasi nikah sendiri adalah upaya bagi mereka yang ingin melangsungkan pernikahan tetapi untuk batas usia minimal menikah yang telah ditetapkan oleh pemerintah di dalam undang-undang nomor 16 tahun 2019 yaitu batas usia minimal calon pengantin adalah 19 tahun untuk pria dan wanita.

Adapun menurut fakta yang ada dan beredar di media, data menjelaskan bahwa tercatat sebanyak 266 orang mendaftarkan dispensasi nikah di tahun 2021, 191 orang di tahun 2022, dan 7 orang di Minggu awal tahun 2023.

Uniknya dari ratusan pelajar yang mendatangi KUA untuk meminta dispensasi nikah tersebut adalah anak-anak pelajar kelas 2 SMP sampai dengan SMA. Dimana ternyata mereka memutuskan untuk mengakhiri sekolah dan memilih untuk menikah karena sudah hamil duluan atau hamil diluar pernikahan.

Terbukanya fakta bahwa banyak pelajar yang mendaftarkan dispensasi nikah karena telah hamil duluan atau hamil diluar nikah tentu menjadi bukti tidak berhasilnya para orang tua di dalam mendidik anak-anaknya.

Hamil diluar nikah tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, karena berhubungan zina sendiri merupakan tindakan yang tercela dimana agama apapun sangat melarang dengan perbuatan yang satu ini.

Bukan hanya didikan yang salah, pengawasan yang kurang juga dapat membuat anak-anak mengalami kehilangan kendali atas diri mereka sendiri GanSis, sehingga dengan mudah dan berani mereka melakukan aksinya yang mungkin para orang tua juga tidak pernah sangka sebelumnya.

Diketahui di era modern seperti sekarang, para orang tua sudah membekali anak-anak mereka dengan gadget dan sambungan WiFi sehingga dapat melakukan browsing apapun yang diinginkan. Dari sinilah kemudian anak-anak menemukan contoh tidak baik yang mempengaruhi mereka untuk mencoba melakukannya.

Tentu dari adanya kejadian ini patut untuk dijadikan sebagai pelajaran terutama bagi para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak dan jangan pernah bosan untuk mengingatkan mereka.

 

(Red/Tim-Biro Sitjenarnews dan Headline-news Ponorogo Jatim)

error: