Siang Ini Pimpinan PBNU dan PP Muhammadiyah Bertemu Apa Sajakah Yang Mereka Bahas? Mari kita Simak Selengkapnya dibawah ini

Sitijenarnews.com Jakarta Minggu 4 September 2022; Dua pimpinan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bertemu untuk membahas kerja sama dan isu nasional serta internasional.

Pimpinan Pengurus Besar Nahdatul Ulama Yahya Chilil Yahya Cholil Staquf (kiri) mengunjungi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir (kanan) di Jalan Menteng Raya Nomor 9, Menteng, Jakarta Pusat, siang ini Minggu (4/9/2022).

Pimpinan Pengurus Besar Nahdatul Ulama Yahya Chilil Yahya Cholil Staquf mengunjungi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir di Jalan Menteng Raya Nomor 9, Menteng, Jakarta Pusat, pada siang ini Minggu (4/9/2022).

 

PBNU mengajak PP Muhammadiyah untuk terlibat dan menjalin kerja sama antaragama dalam forum agama Religion of Twenty (R20) yang digagas oleh PBNU pada 2-3 November 2022 di Bali.

 

“Kami ingin ada kerja sama yang lebih erat antara PBNU dengan Muhammadiyah, bahkan kami mulai membicarakan kemungkinan kerja sama kelembagaan antara kedua orang ini dalam mengakses berbagai masalah di tengah masyarakat kita,” kata Gus Yahya, Minggu (4/9/2022) dlansir dari laman resmi Muhammadiyah.

 

Undangan tersebut pun diterima dengan baik oleh Prof Haedar yang menyatakan dukungannya secara penuh atas pelaksanaan forum tersebut.

 

“Kami menyambut baik undangan R20 yang disiapkan PBNU. Insyaallah ini berjalan dengan baik dan terus menggalang dialog dan kerja sama antaragama di seluruh kawasan,” ungkap Prof Haedar Minggu (4/9/2022) dlansir dari laman resmi NU.

 

Selain membahas tentang recana penyelenggaraan forum R20, dua pimpinan organisasi Islam itu juga membicarakan potensi kerja sama di berbagai bidang, termasuk sosial budaya.

 

“Alhamdulillah, didiskusikan tadi dan insyaallah NU dan Muhammadiyah akan bergandeng tangan dalam menopang kebersamaan dan kesatuan dan harmoni bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ujar Gus Yahya.

 

Ia juga mengungkapkan, NU dan Muhammadiyah tengah membicarakan potensi kerja sama kelembagaan guna mengakses berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.

 

Prof Haedar mengatakan, Muhamamdiyah siap melangkah bersama-sama untuk menjalankan berbagai program kolaboratif.

 

“Tadi kita memang mendiskusikan melangkah lebih jauh untuk program-program kerja sama yang lebih melembaga dan memang umat bangsa kita memerlukan peran konkrit lagi dari Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia,” jelasnya.

 

“Kerja-kerja pencerdasan, pencerahan, pemberdayaan, dan juga tidak kalah penting menyatukan, membangun ukhuwah yang lebih meluas di lingkungan umat beragama dan bangsa Indonesia,” imbuh Haedar.

 

Ia mengatakan bahwa Muhammadiyah dan NU akan mengadakan pertemuan-pertemuan lanjutan guna membahas kerja sama tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya Oleh Sitijenarnews, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menemui jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Ahad (4/9). PP Muhammadiyah menerima kunjungan Gus Yahya pada pukul 09.15 WIB.

“Ketua Umum PBNU selain untuk silaturahim, juga menyampaikan rencana penyelenggaraan acara Religion 20 (R20) dan bagaimana Muhammadiyah dan NU dapat menjalin kerja sama yang lebih konkret dan lebih kuat di masa yang akan datang,” tutur Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, kepada tim awak media Sitijenarnews, pada Minggu Siang (4/9).

Adapun bidang yang akan dikerjasamakan, Mu’ti menyampaikan, itu akan dibahas lebih lanjut. Ditanya apakah dalam pertemuan dua pimpinan ormas terbesar di Indonesia itu juga membahas masalah kebangsaan, seperti kenaikan harga BBM, dia mengatakan hal tersebut tidak dibahas.

Dari Muhammadiyah, pertemuan dihadiri oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Wakil Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari, dan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Sedangkan dari PBNU, kedatangan Gus Yahya didampingi oleh Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua Panitia Pelaksana Religion Twenty (R20), Ahmad Suaedy.

Jumat (2/9) lalu, Gus Yahya mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan para pemimpin agama di dunia untuk menyambut satu abad organisasi Islam tersebut pada 2-3 November 2022 di Bali. “Para pemimpin agama di dunia akan berkumpul dalam forum yang dinamakan Relegion Twenty (R20),” kata dia.

Hal tersebut disampaikan Gus Yahya saat bersilaturahim dengan Pengurus Cabang NU se-Pekalongan Raya, Jawa Tengah. Gus Yahya didampingi Sekretaris PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muzamil.

Gus Yahya menambahkan, selain menggelar R20 dalam rangka menyambut satu abad, NU akan menggelar Muktamar Fiqih Peradaban yang akan didahului dengan 250 halakah di berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

 

(Red/Tim-Biro Pusat Sitijenarnews)

error: