Sindikat Penipuan CPNS Diringkus, Korban Bayar sampai Rp 600 Juta, Berikut Dibawah Ini Modus Mereka

Sitijenarnews.Com JAKARTA Senin 25 April 2022 – Satgas Anti KKN CPNS Bareskrim Polri menangkap 30 tersangka sindikat kasus kejahatan dan kecurangan dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil atau Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021.

Ratusan CPNS dan PPPK KBB saat mengikuti tes. Satgas Anti KKN CPNS Bareskrim Polri menangkap 30 tersangka sindikat kasus kejahatan dan kecurangan dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil atau Calon Aparatur Sipil Negara (CASN)

Lalu, bagaimana modus tersangka?

 

Diketahui, Bareskrim telah menetapkan 30 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

 

Adapun rinciannya 21 orang dari sipil dan 9 orang adalah oknum pegawai negeri sipil (PNS).

 

Kabagrenops Bareskrim Polri, Kombes M Syamsu Arifin menyampaikan bahwa modus yang dipakai tersangka adalah memakai aplikasi remote access atau remote utilities.

 

Ia menuturkan bahwa aplikasi itu adalah perangkat yang dipakai peserta agar komputernya bisa diakses orang lain dari jarak jauh.

 

Aplikasi itu telah dipasang oleh tersangka dua hari sebelum tes diselenggarakan.

 

“Modus operandinya mengunakan remote utility, remote access, jadi aplikasi tersebut dimasukkan dalam komputer peserta dua hari sebelum tes diselenggarakan,” kata Syamsu di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4/2022).

 

Selanjutnya, kata Syamsu, para tersangka diduga bekerja sama dengan oknum pegawai negeri sipil (PNS).

 

Selain itu, aplikasi itu dipasang ke komputer peserta saat penjagaan petugas lemah.

 

“Jadi mereka masukkan ke dalam komputer yang akan digunakan, dua hari sebelumnya, melalui petugas BKN, dan dilakukan saat penjagaan yang lemah,” ungkap Arifin.

 

Ia menuturkan bahwa peserta nantinya hanya tinggal berpura-pura mengerjakan soal.

 

Nantinya, para pelaku yang mengerjakan soal dari jarak jauh.

 

“Jadi peserta hanya duduk manis dan sesekali menggerakkan kursor saja,” pungkas Syamsu.

 

Dalam kasus ini, Bareskrim menyita komputer dan laptop sebanyak 43 unit, handphone 58 unit, flash disk 9 unit, dan DVR 1 unit.

 

Para calon ASN harus membayar Rp150 juta hingga Rp600 juta untuk memakai jasa para tersangka.

 

Adapun tersangka dikenakan Pasal 46 Jo Pasal 30, Pasal 48 Jo Pasal 32, dan Pasal 50 Jo Pasal 34 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

(Red/Tim-Biro Pusat Sitijenarnews)

error: