Untuk Atasi Truk “Zombie” Tukang Kuras BBM Subsidi, Ini Tindakan BPH Migas

Sitijenarnews.com Jakarta jum’at 26 Agustus 2022; Maraknya Keberadaan truk siluman atau zombie di sejumlah stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dinilai sudah cukup meresahkan. Sebab, keberadaan mereka diduga melakukan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi yang dapat merugikan negara.

Untuk Atasi Truk “Zombie” Tukang Kuras BBM Subsidi, Ini Tindakan BPH Migas

Berbagai upaya juga terus dilakukan oleh aparat penegak hukum dan stakeholder terkait dalam menertibkan oknum-oknum atau pihak-pihak penyalahgunaan Bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi.

 

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa akan bertindak tegas kepada yang melanggar dan melakukan peningkatan pengawasan di lapangan.

 

“Meningkatkan pengawasan di lapangan, di SPBU, meminta badan usaha penugasan tegas kepada spbu-spbu yang melanggar ketentuan,” kata Saleh saat dihubungi,pada Kamis (25/8/2022).

 

Dia menuturkan akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan terhadap pihak ataupun oknum yang menyelewengkan BBM subsidi.

 

“Bekerja sama dengan aparat penegak hukum untum melakukan pengawasan dan pemrosesan terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan bbm subsidi, mengoptimalkan pemantauan lewat cctv di spbu,” kata dia.

 

Hal itu diamini oleh Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Maman Abdurrahman yang mengungkapkan modus baru penyelewengan konsumsi BBM khususnya solar bersubsidi. Fakta tersebut ditemukannya saat masa reses sebelumnya ketika mengunjungi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta mengecek beberapa jaringan BBM di Sumatera, Jawa, dan sebagian Sulawesi.

 

Dia membeberkan banyaknya truk-truk yang mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU yang merupakan truk siluman atau truk zombie. Puluhan truk itu biasanya tiba-tiba langsung muncul berbaris di pinggiran SPBU.

 

“Dengan selisih harga yang tinggi antara harga BBM subsidi dengan industri yakni Rp 5 ribu dan Rp 20 ribu per liter, makin banyak bandit yang mengambil keuntungan di lapangan,” kata Maman dalam rapat kerja bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

 

Tak sedikit juga truk zombie itu memodifikasi tangki-tangkinya, dari kapasitas awal 100 liter diubah menjadi 200-300 liter.

 

“Masuklah (truk-truk) itu ke SPBU itu ada 10-20 truk zombie yang dibekingi oleh oknum aparat. Ini bisa menjadi pandangan tersendiri dalam proses pengambilan keputusan pemerintah,” kata Maman.

 

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mengungkap berbagai modus penyelewengan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sepanjang 2022. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan modus terbanyak adalah penimbunan dan penyelundupan bahan bakar.

 

Pertamina mencatat Polri telah menindak 49 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Nicke mengatakan tindakan yang dilakukan kepolisian merupakan langkah untuk memastikan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

 

Selain penimbunan dan penyelundupan, modus yang banyak ditemukan adalah pembelian BBM dengan jeriken tanpa izin untuk dijual kembali. Selain itu, ditemukan penjualan BBM bersubsidi untuk pelaku industri.

 

Dari banyaknya kasus penyelewengan BBM bersubsidi, dilansir dari laman pertamina, Nicke mengatakan bahwa paling banyak modus penyelewengan yang dilakukan, yakni:

 

1. Melakukan penimbunan

dan penyelundupan BBM subsidi

2. Pembelian BBM subsidi dengan jeriken tanpa izin untuk dijual kembali

3. Penjualan BBM bersubsidi untuk pelaku industri.

Untuk itu, Nicke menegaskan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya penghentian penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi. Namun, Pertamina tidak dapat melakukan pengawasan sendirian.

“Selain regulasi, pengawasan bersama adalah cara yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali penyalahgunaan agar BBM subsidi ini disalurkan dengan tepat sasaran,” kata Nicke.

 

(Red/Tim-Biro Pusat Sitijenarnews)

error: