Cara Aplikasi Lem Keramik agar Tidak Mudah Copot

lem keramik
Foto: Canva

Keramik yang mudah copot sering kali bukan disebabkan oleh kualitas keramiknya, melainkan teknik pemasangan dan penggunaan lem keramik yang kurang tepat. 

Banyak kasus keramik kopong atau terlepas terjadi karena proses aplikasi tidak mengikuti prosedur yang benar, mulai dari persiapan permukaan hingga waktu pengeringan.

Padahal, penggunaan lem untuk keramik modern dengan metode pemasangan yang tepat mampu menghasilkan daya rekat jauh lebih kuat dibanding metode semen konvensional. 

Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan lengkap mengenai penyebab keramik mudah lepas sekaligus solusi pemasangan yang tepat agar hasilnya lebih maksimal dan awet. 

Cara Aplikasi Lem Keramik agar Tidak Mudah Copot

Berikut tahapan aplikasi lem keramik yang perlu diperhatikan untuk mencegah pemasangan menjadi kopong maupun mudah terlepas:

  • Pastikan Permukaan Lantai Bersih dan Rata

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan permukaan lantai atau dinding dalam kondisi kuat, bersih, dan rata. Debu, minyak, sisa semen, atau permukaan yang rapuh dapat mengurangi daya rekat lem keramik.

Permukaan ideal harus bebas partikel lepas dan memiliki tingkat kerataan yang baik agar perekat dapat menempel sempurna pada substrat. Permukaan juga sebaiknya sedikit dilembapkan sebelum aplikasi untuk membantu proses adhesi mortar.

  • Gunakan Lem Keramik Sesuai Jenis dan Ukuran Keramik

Tidak semua lem untuk keramik memiliki kemampuan yang sama. Keramik ukuran besar, granit, atau batu alam membutuhkan perekat dengan bonding strength tinggi agar mampu menopang berat material.

SikaCeram® Series merupakan solusi perekat keramik lengkap yang dirancang untuk berbagai kebutuhan pemasangan, mulai dari area kering hingga area terendam air. 

Dengan teknologi polymer modified mortar, setiap produk memberikan daya rekat tinggi untuk mencegah keramik kopong, terangkat, maupun lepas. 

Baca juga:  Season Ranked 2025: Persiapkan Diri dengan Top Up MLBB Cepat di VocaGame

SikaCeram®-150 CA ideal untuk lantai area kering dan SikaCeram®-180 cocok untuk dinding dan area basah. Sementara SikaCeram®-200 TA menjadi pilihan premium untuk keramik ukuran besar dan aplikasi tile on tile hingga area terendam. 

Seluruh varian mudah digunakan karena cukup ditambahkan air, sehingga aplikasi lebih praktis, efisien, dan menghasilkan pemasangan keramik yang kuat serta tahan lama.

  • Aduk Lem Keramik dengan Komposisi Air yang Tepat

Kesalahan umum dalam pemasangan adalah pencampuran air yang tidak sesuai takaran. Campuran terlalu cair akan menurunkan daya rekat, sedangkan terlalu kental membuat penyebaran tidak merata.

Sebagai acuan, lem keramik instan biasanya dicampur sekitar 6,25–7 liter air untuk satu sak 25 kg, lalu diaduk selama ±3 menit menggunakan mixer kecepatan rendah hingga homogen. Campuran yang tepat menghasilkan tekstur mortar yang stabil dan mudah diaplikasikan.

  • Gunakan Roskam Bergerigi untuk Ketebalan Merata

Aplikasi lem keramik sebaiknya menggunakan roskam atau trowel bergerigi, bukan diratakan manual menggunakan cetok.

Roskam bergerigi membantu:

  • Mengontrol ketebalan perekat.
  • Menciptakan alur udara keluar.
  • Memastikan distribusi lem merata.

Ketebalan ideal metode thin-bed adhesive berada di kisaran 2–3 mm, sehingga pemasangan lebih efisien dan minim rongga udara penyebab keramik kopong.

  • Terapkan Teknik Double Buttering untuk Keramik Ukuran Besar

Untuk keramik berukuran besar (≥60×60 cm), teknik double buttering sangat disarankan.

Teknik ini dilakukan dengan:

  • Mengoleskan lem pada permukaan lantai/dinding.
  • Menambahkan lapisan tipis lem di belakang keramik.

Metode ini meningkatkan kontak perekat hingga hampir 100%, sehingga risiko rongga udara dan popping dapat diminimalkan.

lem keramik

Foto: Canva

  • Pasang dan Tekan Keramik dengan Posisi yang Presisi

Keramik harus dipasang saat lem masih dalam kondisi basah (open time). Setelah ditempelkan, tekan dan geser sedikit keramik agar alur perekat menyatu sempurna.

Baca juga:  Cara Cepat Mengajukan Izin Pengelolaan Limbah B3 Secara Resmi

Beberapa lem keramik modern masih memungkinkan reposisi posisi keramik sekitar 15–20 menit setelah pemasangan, sehingga hasil akhir tetap presisi dan rapi. Pastikan juga penggunaan spacer agar jarak nat konsisten.

  • Hindari Menginjak Area sebelum Waktu Kering Tercapai

Kesalahan fatal berikutnya adalah menginjak lantai terlalu cepat. Perekat membutuhkan waktu curing agar mencapai kekuatan maksimal.

Secara umum:

  • Nat keramik dilakukan minimal setelah 24 jam.
  • Beban berat diberikan setelah perekat benar-benar mengeras.

Proses pengeringan ini penting untuk memastikan ikatan antara keramik dan substrat terbentuk sempurna.

Perawatan dan Pemeliharaan Keramik

Selain pemasangan yang benar, perawatan juga berperan penting menjaga keramik tetap kuat dalam jangka panjang. Caranya dengan:

  • Bersihkan Lantai secara Rutin dengan Metode yang Tepat

Gunakan pembersih ringan dan hindari bahan kimia keras yang dapat merusak nat maupun lapisan permukaan keramik.

  • Hindari Beban Berlebih pada Area Tertentu

Distribusi beban yang tidak merata, seperti furnitur berat tanpa alas, dapat menimbulkan tekanan titik yang berisiko menyebabkan keramik retak.

  • Periksa Nat dan Lakukan Perbaikan Jika Retak

Nat yang retak memungkinkan air masuk ke bawah keramik dan melemahkan daya rekat. Perbaikan dini membantu mencegah kerusakan lebih besar.

  • Hindari Paparan Air Berlebihan sebelum Nat Benar-Benar Kering

Setelah proses pengisian nat, hindari genangan air selama beberapa hari agar sistem pemasangan mengeras sempurna.

  • Lakukan Inspeksi Berkala pada Area dengan Lalu Lintas Tinggi

Area seperti dapur, teras, atau koridor perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda keramik kopong atau pergeseran.

Rekomendasi Lem Keramik Sika untuk Anda 

Keramik yang tidak mudah copot bergantung pada kombinasi antara material perekat berkualitas dan teknik aplikasi yang benar. 

Baca juga:  Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

Untuk hasil pemasangan optimal, gunakan SikaCeram® Series mulai dari SikaCeram®-150 CA, untuk lantai area kering, SikaCeram®-180 untuk dinding dan area basah, dan SikaCeram®-200 TA untuk keramik ukuran besar. 

Ketiganya dirancang dengan daya rekat tinggi, mudah diaplikasikan, serta cocok untuk lantai dan dinding. Sistem perekat modern ini membantu menghasilkan pemasangan keramik yang lebih kuat, tahan lama, dan minim risiko perbaikan di masa depan.

Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah menangani banyak project nasional maupun internasional, salah satunya adalah Apurva Kempinski Bali.

Selain itu, Sika juga berhasil menyelesaikan proyek skala internasional seperti Balai Kampus Kokkola. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.

Anda bisa mendapatkan produk lem keramik Sika melalui Official Shopee Sika. Untuk informasi produk lainnya, kunjungi situs resmi Sika Indonesia.