Kembali Lagi Mas Dani Selaku Ketua Umum (LPP) Angkat Bicara Gaduhnya Aktifis Di Situbondo.

Situbondo, Sitijenar-berita. Kembali Ketua Umum LPP menanggapi ramainya pemberitaan tentang perseteruan antar aktivis yang sedang hangat menjadi perbincangan publik di Situbondo.05/06/2024. Berangkat dari pelaporannya Abu M Sahran ketua LSM Pakar oleh aktivis senior Situbondo Amirul Mustafa ke Mapolres Situbondo atas dugaan ujaran kebencian, yang kemudian berbuntut adanya balasan dari terlapor untuk juga melaporkan Sdr. Amirul Mustafa ke Mapolres Situbondo dengan tuntutan pencemaran nama baik.- Berawal dari program DLH Kabupaten. Situbondo atas usulan Pendopo Alun alun Besuki yang mendapat sorotan masyarakat dan direspon oleh salah satu LSM dan selanjutnya berkembang menjadi informasi publik hingga pada penanggung jawab DPRD Situbondo khususnya komisi III.- Bang Dani berpendapat, bahwa langkah-langkah yang diambil oleh kedua belah pihak, dalam hal ini Amir dan Sahran sama-sama memiliki alasan tersendiri.- Dan saya yakin keduanya memiliki niat yang baik untuk kemajuan pembangunan Situbondo.- Tinggal dari sudut pandang mana dari masing-masing pihak. dalam melihat persoalan ini.- Yang menjadi kekhawatiran adalah jika langkah aktivisme dilihat dari sudut pandang politik, atau bahkan sebaliknya, atau mungkin pula berangkat dari unsur pembelaan kepentingan golongan misalnya.- Hal ini akan mencederai pergerakan ruang aktivis itu sendiri sebagai Social function of control, diharapkan kekhawatiran tersebut tidak terjadi.- Mengingat pentingnya peran serta aktivisme dalam juga serta mengawal dan menghantarkan perkembangan pembangunan di segala aspek khususnya di Situbondo.” Mengungkap Dani. Sangat diharapkan juga kehadiran berbagai pihak hingga menengahi dan menyelesaikan permasalahan keduanya. Dan Ketua Umum LPP berharap, jika mungkin kehadiran Bakesbangpol, dinas terkait atas obyek persoalan ini, juga Komisi III bahkan mungkin Komisi I bisa menjadi penterjemah penyelesaian keduanya, semata-mata menjaga kondusivitas, apalagi kita akan menyelenggarakan Pesta Demokrasi Daerah yakni Pilkada.” Tuturnya.

Hal ini juga diharapkan setidaknya bisa menjadi pelajaran berarti bagi yang lain dalam dunia pergerakan.”ungkapnya. (Ba’im) Red

error: