Berikut ini adalah Ini Tampang 7 Orang Oknum LSM yang Minta Uang (86) atau Uang Damai Kasus Perkosaan anak Dibawah umur yang tejadi di Brebes

Sitjenarnews.com Brebes Sabtu 21 Januari 2023: Tujuh anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga memeras keluarga pelaku pemerkosaan anak di Kecamatan Tanjung, Brebes, Jawa Tengah akhirnya ditahan di Markas Polres Brebes, Jumat (20/1/2023).

Keterangan Fhoto, Berikut Tampang 7 anggota LSM yg ditahan Polresta Brebes meminta uang damai kpd Pelaku Pemerkosa sebesar Rp 200JT, keluarga hanya sanggup membayar Rp 62 juta. Namun, ternyata setelah menerima Rp 62 juta, LSM tersebut hanya menyerahkan Rp 30 juta untuk korban. Sementara sisanya untuk LSM tersebut

Mereka adalah Edi Sucipto (40), Wardi Supardi (41), Andi Sugiyanto (42), Bambang Jatmiko (35), Tashadi (43), Abdul Muthalib (42), dan Udin Zen (38).

Sebelumnya, sejak Kamis (19/1/2023) malam sekitar pukul 22.00 WIB mereka menjalani pemeriksaan maraton di Ruang Tipidkor Satreskrim Polres Brebes. Pemeriksaan dipimpin Kanit Tipidkor Aiptu Arief Puji Nugroho. Setelah diperiksa sekitar 6 jam, mereka akhirnya ditahan.

“Benar (sudah ditangkap), sedang proses,” kata Kasatreskrim Polres Brebes, AKP I Gede Dewa, Jumat (20/1/2023).

Dewa mengungkapkan, ada 7 orang yang ditangkap. Meski demikian, Dewa belum menjelaskan secara detail apakah 7 orang itu anggota LSM semua atau pihak lain. Nantinya, pihaknya akan menggelar press release.

“Nanti ada press rilis. Pelaku yang sudah diamankan 7 orang ditahan di Rutan Polres,” pungkas Dewa.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, tujuh anggota LSM BPPI tersebut sudah diamankan polisi hari ini. Selain itu polisi juga sudah memerika 21 saksi.

“Yang jelas tujuh anggota LSM BPPI sudah kita tahan hari ini,” jelasnya kepada awak media, Jumat (20/1/2023).

Luthfi sudah memerintahkan Dirkimum Polda Jateng untuk membantu pengungkapan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh LSM BPPI kepada para pelaku pemerkosaan.

“Sudah kita back-up dari Polda Jateng,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, penangkapan tujuh anggota LSM BPPI tersebut karena diduga melakukan upaya provokasi dan melakukan pelanggaran hukum.

“Nanti kalau alat bukti cukup akan kita ekspos,”ujarnya.

Sebelumnya, Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, salah satu orang tua pelaku melaporkan LSM BPPI pada 18 Januari 2023 yang lalu. Sebelumnya, Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, salah satu orang tua pelaku melaporkan LSM BPPI pada 18 Januari 2023 yang lalu.

“Melaporkan LSM BPPI atas dasar dugaan pemerasan atau penipuan atau penggelapan terhadap para orang tua pelaku,” jelas Iqbal.

Seperti Diketahui dan Diberitakan sebelumnya oleh Tim Awak Media Sitjenarnews dan Headline-news biro Brebes,Polisi menangkap 7 orang anggota LSM di Brebes Jawa Tengah terkait kasus anak diperkosa 6 pemuda.

Sebanyak 7 anggota LSM Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) itu kini ditahan di Polresta Brebes.

Mereka disangkakan dugaan pemerasan kepada pelaku pemerkosaan gadis umur 15 tahun.

Setelah menerima Rp 62 juta dari keluarga pelaku, LSM tersebut hanya menyerahkan Rp 30 juta untuk korban. Sementara sisanya untuk LSM tersebut.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, tujuh anggota LSM BPPI tersebut sudah diamankan polisi hari ini. Selain itu, polisi juga sudah memerika 21 saksi.

“Yang jelas tujuh anggota LSM BPPI sudah kita tahan hari ini,” ungkap Ahmad Luthfi, Jumat (20/1/2023).

Luthfi sudah memerintahkan Dirkimum Polda Jateng untuk membantu pengungkapan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh LSM BPPI kepada para pelaku pemerkosaan.

Sudah kita backup dari Polda Jateng,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, penangkapan tujuh anggota LSM BPPI tersebut karena diduga melakukan upaya provokasi dan melakukan pelanggaran hukum.

“Nanti kalau alat bukti cukup akan kita ekspos,”ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, salah satu orangtua pelaku melaporkan LSM BPPI pada 18 Januari 2023.

“Melaporkan LSM BPPI atas dasar dugaan pemerasan atau penipuan atau penggelapan terhadap para orangtua pelaku,” jelasnya.

 

(Red/Tim-Biro Sitjenarnews Brebes)

error: