Fenomena pengelupasan cat lantai memang sering ditemukan di area industri. Kondisi tersebut bisa mengganggu keamanan, kebersihan, dan tampilan. Alhasil, produktivitas dan profesionalitas industri akan ikut terganggu.
Biasanya, masalah ini terjadi karena permukaan lantai yang belum siap, beban operasional terlalu tinggi, hingga sistem coating tidak sesuai. Maka dari itu, cara pencegahan yang tepat diperlukan agar hal-hal ini tidak terjadi. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.
Penyebab Cat Lantai Mengelupas
Pengelupasan umumnya disebabkan oleh kegagalan cat untuk merekat dengan lantai. Hal ini bisa terjadi karena berbagai penyebab, seperti:
-
Permukaan Beton Masih Berdebu
Debu bisa muncul akibat abrasi lantai beton dan polusi di sekitar industri. Di sisi lain, laitance adalah lapisan tipis yang terbentuk akibat terbawanya partikel semen halus dan air ke atas. Hal ini terjadi karena aneka faktor, seperti tingginya rasio air-semen.
Jika cat lantai beton langsung diaplikasikan tanpa dibersihkan terlebih dahulu, maka ia hanya akan menempel pada kotoran tersebut alih-alih struktur yang kokoh. Itulah mengapa cat tersebut akan mudah terangkat saat dilewati beban berat.
-
Beton Terlalu Lembap
Secara alami, beton memiliki banyak pori sehingga mampu menyerap air dalam jumlah lebih. Jika kelembapannya terlalu tinggi, cat sulit untuk merekat sehingga mudah mengelupas.
Ada dua faktor utama mengapa kelembapan tinggi bisa terjadi. Salah satunya adalah naiknya uap air tanah karena permukaan dasar tidak dilapisi vapor barrier. Kedua, beton belum benar-benar kering saat proses aplikasi dimulai.
-
Lantai Terkena Bahan Kimia
Berbagai bahan kimia maupun kontaminan lain bisa meresap ke dalam struktur. Contohnya adalah oli, tiner, dan minyak. Sebelum cat lantai industri diaplikasikan, zat-zat tersebut perlu diangkat secara kimiawi.
Jika proses ini dilewati, bahan kimia yang tertinggal akan mencegah cat berbasis untuk melekat. Akibatnya, lapisannya mudah terangkat.
-
Sistem Cat Lantai Tidak Sesuai Area
Banyak pihak yang tergiur dengan harga murah sehingga memilih cat sembarangan dan tidak sesuai kebutuhan area. Padahal, cat seperti itu tidak dirancang untuk menahan tantangan dari area tersebut.
Hal ini membuat coating lantai mengelupas dengan mudah. Bahkan, robekan lapisan dapat terlihat dalam hitungan minggu saja.
-
Aplikasi Dilakukan Tanpa Persiapan yang Tepat
Permukaan beton perlu disiapkan dengan matang terlebih dahulu sebelum diaplikasikan. Bila diabaikan begitu saja, permukaan akan terlalu halus sehingga cat sulit untuk mengikat.

Cara Mencegah Cat Lantai Mengelupas di Area Industri
Pengelupasan cat bisa dicegah agar tidak terjadi dengan melakukan beberapa cara berikut:
-
Siapkan Substrat Beton dengan Benar
Permukaan beton perlu sedikit kasar layaknya amplas agar pori-porinya terbuka dan bisa mengikat cat. Hal ini bisa dilakukan dengan menembak bola baja kecil setelah meratakan dan mengupas laitance dari permukaan.
-
Pilih Sistem Cat Lantai Sesuai Kebutuhan
Material pada sistem cat bisa disesuaikan berdasarkan zona dan aktivitas hariannya. Misalnya, epoxy mortar atau self-levelling dapat digunakan untuk area logistik dan jalur forklift.
-
Perhatikan Ketahanan Kimia dan Abrasi
Pemilihan cat perlu dilakukan dengan memperhatikan ketahanannya terhadap bahan kimia dan abrasi. Dengan demikian, permukaan dapat terlindungi secara sempurna meskipun terkena tumpahan bahan kimia atau gaya gesek.
-
Lakukan Aplikasi Sesuai Rekomendasi
Pelapisan perlu dilakukan oleh aplikator profesional. Dia akan tahu bagaimana cara mengaplikasikan cat sesuai rekomendasi. Jangan lupa untuk menggunakan epoxy primer sebelum mengaplikasikan lapisan lainnya.
-
Rawat Lantai secara Berkala
Jangan tinggalkan permukaan epoxy begitu saja ketika sudah selesai. Lantai tetap harus dirawat agar tetap awet dan tidak mudah rusak. Misalnya adalah dengan membersihkan secara berkala agar debu atau kerikil tidak menjadi amplas bagi lantai.
Siapkan Sistem Cat Lantai yang Tepat
Jadi, ada lima cara mencegah pengelupasan cat dari lantai industri. Cara-cara tersebut dapat mengantispasi berbagai penyebab sehingga cat tetap awet dan tidak mudah terkelupas dalam jangka panjang.
Jangan lupa untuk menyiapkan sistem cat yang tepat untuk mendukungnya, dimulai dari Sikafloor®-161 HC sebagai epoxy primer dengan viskositas rendah, bebas pelarut, dan serba guna.
Aplikasinya dapat dilakukan dengan mudah dengan waktu tunggu antar lapisan yang cepat. Kemampuan penetrasi dan daya rekatnya pun bagus.
Lalu, gunakan Sikafloor®-161 HC Screed untuk meningkatkan kekuatan terhadap abrasi dan beban mekanis. Aplikasinya juga mudah dengan daya rekat bagus dan permeable terhadap uap air. Menariknya, komposisinya bebas bahan pelarut dan menghasilkan tampilan non-slip.
Sebagai pelapis akhir, Sikafloor®-263 SL HC yang bersifat mudah mengisi dan kedap cairan bisa digunakan. Meski aplikasinya mudah, ketahanannya terhadap bahan kimia dan beban mekanisnya cukup baik. Lapisan akhirnya pun mengkilap dengan permukaan anti-selip.
Bila beton memiliki kelembapan tinggi, Anda bisa mempetimbangkan vapour barrier, seperti Sikafloor®-81 EpoCem® ID yang mampu mencegah terjadinya osmotic blistering dan dapat dilapisi epoxy setelah 24 jam. Pelapis ini tahan terhadap beku, de-icing salt, dan cairan.
Aplikasinya mudah, cepat, dan ekonomis dengan sifat levelling yang baik. Sifat ekspansi termalnya mirip beton dengan daya rekat sangat baik. Ketahanannya terhadap air, minyak, beban mekanis juga tidak perlu diragukan lagi.
Pelapis ini bisa menjadi persiapan ideal untuk permukaan yang halus. Perlu diketahui bahwa cat ini dirancang untuk penggunaan dalam ruangan.
Kualitas epoxy ini tidak perlu diragukan lagi karena Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek, seperti Gardu Lepas Pantai di Jerman. Selain itu, Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk aneka proyek.
Cat lantai Sika bisa menjadi solusi untuk mencegah pengelupasan selama diaplikasikan dengan benar. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk hubungi Kontak/Dukungan Sika!






