Dari Pantai Hingga Mangrove, Investigasi SITI JENAR Ungkap Fakta di Balik Isu Limbah Tampora

Banyuglugur Situbondo Jum’at 19 Juni 2026 – Isu dugaan pembuangan limbah industri ke laut di kawasan Pantai Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik, mendorong Tim Investigasi Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran (SITI JENAR) melakukan penelusuran langsung guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

SITI JENAR Ungkap Kejanggalan Video Viral Limbah Tampora, Diduga Dokumentasi Lama

Investigasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum LSM SITI JENAR, Eko Febrianto, dilaksanakan pada Jumat (19/06/2026) sejak pagi hingga menjelang petang. Penelusuran dilakukan secara menyeluruh mulai dari kawasan Pantai Tampora, jalur pesisir, kawasan hutan mangrove, hingga lokasi perusahaan yang namanya dikaitkan dengan isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Eko, langkah investigasi tersebut dilakukan karena polemik yang berkembang telah menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Di satu sisi beredar berbagai video yang menggambarkan adanya dugaan pembuangan limbah ke laut, namun di sisi lain belum ada penjelasan yang utuh mengenai waktu, lokasi, maupun konteks dari dokumentasi yang beredar tersebut.

“Karena itu kami memilih turun langsung ke lapangan. Kami ingin memastikan sendiri kondisi yang sebenarnya agar informasi yang sampai kepada masyarakat tidak hanya berdasarkan asumsi ataupun opini yang berkembang di media sosial,” ujarnya.

Investigasi dimulai dengan melakukan penyisiran di sepanjang kawasan Pantai Tampora yang selama beberapa hari terakhir menjadi pusat perhatian publik. Tim melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi perairan, garis pantai, hingga sejumlah titik yang disebut dalam berbagai informasi yang beredar.

Keterangan fhoto: Turun Langsung ke Beberapa Titik Lokasi, SITI JENAR Ajak Publik Bedakan Fakta dan Opini Soal Limbah Di Pantai Tampora Banyuglugur

Tidak berhenti di kawasan pesisir, tim juga melakukan pengecekan hingga ke area perairan untuk memastikan apakah terdapat indikasi aktivitas pembuangan limbah aktif sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

Namun dari hasil penelusuran yang dilakukan selama hampir satu hari penuh tersebut, tim mengaku tidak menemukan aktivitas pembuangan limbah aktif ke laut sebagaimana yang digambarkan dalam sejumlah video yang viral.

Baca juga:  Praperadilan kedua Ditolak Ini Kata Humas KPK dan Humas PN jaksel

Menurut Eko, hasil pengecekan lapangan justru menunjukkan kondisi yang berbeda dari narasi yang berkembang.

“Kami melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik yang disebut-sebut sebagai lokasi pembuangan limbah. Akan tetapi, kami tidak menemukan aktivitas pembuangan limbah aktif sebagaimana yang selama ini menjadi perbincangan publik,” katanya.

Keterangan fhoto: Turun Langsung ke Beberapa Titik Lokasi, SITI JENAR Ajak Publik Bedakan Fakta dan Opini Soal Limbah Di Pantai Tampora Banyuglugur

Setelah melakukan penelusuran di kawasan pantai, Tim SITI JENAR melanjutkan investigasi ke kawasan Hutan Mangrove Perhutani yang berbatasan langsung dengan Pantai Tampora.

Di kawasan tersebut, tepatnya di Petak 33C, 34A, 41A dan 41B RPH Taman Barat BKPH Taman, tim menemukan dua saluran pipa yang diketahui merupakan milik PT FUYUAN BIOTEKNOLOGI dan PT GREEN ONE.

Kedua saluran tersebut kemudian diperiksa secara langsung oleh tim investigasi.

Dalam proses pengecekan, tim menemukan adanya kebocoran pada pipa milik PT GREEN ONE. Dari salah satu titik saluran terlihat adanya aliran air yang keluar disertai busa berwarna putih.

Temuan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh Tim SITI JENAR.

Meski demikian, Eko menegaskan bahwa temuan tersebut tidak boleh langsung diartikan sebagai bentuk pencemaran lingkungan ataupun pelanggaran hukum tanpa adanya pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menemukan adanya kebocoran dan itu merupakan fakta yang kami lihat langsung. Tetapi untuk mengetahui apa yang sebenarnya keluar dari saluran tersebut, apakah memenuhi baku mutu atau tidak, tentu harus dilakukan pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium oleh pihak yang berwenang,” tegasnya.

Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan fakta dan pembuktian ilmiah jauh lebih penting dibanding membangun kesimpulan berdasarkan dugaan.

Usai melakukan pemeriksaan di kawasan mangrove, Tim Investigasi SITI JENAR kemudian melanjutkan penelusuran ke PT FUYUAN BIOTEKNOLOGI guna melakukan konfirmasi serta melihat kondisi perusahaan secara langsung.

Baca juga:  Ketua Umum LSM Siti Jenar Kembali Datangi Gedung Merah Putih KPK. Lakukan Audiensi Bersama Deputi Penindakan Buntut dari lambannya penanganan kasus Tersangka Korupsi di Situbondo Jatim

Dari hasil penelusuran diketahui bahwa perusahaan tersebut saat ini dalam kondisi tidak beroperasi dan telah menghentikan aktivitasnya selama lebih dari satu bulan.

Fakta tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang dicatat dalam hasil investigasi karena berkaitan dengan isu yang berkembang mengenai dugaan adanya aktivitas pembuangan limbah yang masih berlangsung hingga saat ini.

Tidak hanya melakukan investigasi lapangan, Tim SITI JENAR juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan sistem pembuangan air limbah ke laut.

Penelusuran dokumen dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai aspek administrasi dan legalitas yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dokumen Kajian Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah yang Dibuang ke Laut yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Dokumen tersebut diketahui diterbitkan pada tanggal 18 September 2023 dan berdasarkan hasil pemeriksaan tim dinyatakan lengkap.

Menurut Eko, pemeriksaan dokumen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses investigasi karena persoalan lingkungan harus dilihat dari berbagai aspek secara menyeluruh.

“Tidak cukup hanya melihat kondisi lapangan. Dokumen juga harus diperiksa. Dengan begitu kita bisa melihat apakah ada kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan aspek administrasi dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga menyoroti video yang menjadi sumber utama munculnya polemik di tengah masyarakat.

Ia menilai masih terdapat banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai video tersebut, terutama terkait waktu pengambilan gambar, lokasi yang sebenarnya, serta konteks kegiatan yang terekam dalam dokumentasi tersebut.

Menurutnya, informasi tersebut sangat penting karena akan menentukan bagaimana masyarakat memahami suatu peristiwa.

Baca juga:  Tim KPK Sore ini Datangi Situbondo, Usut Dugaan Korupsi Wasbang

“Jangan sampai dokumentasi lama dipersepsikan sebagai kejadian baru. Jangan sampai masyarakat memperoleh informasi yang tidak utuh. Karena itu semua informasi harus diverifikasi terlebih dahulu,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Tim Investigasi SITI JENAR, video yang saat ini ramai beredar diduga merupakan dokumentasi lama yang berkaitan dengan kegiatan pembersihan saluran pembuangan air limbah yang dilakukan beberapa tahun lalu.

Meski demikian, Eko tetap meminta pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi resmi secara terbuka agar seluruh fakta dapat diuji secara objektif dan transparan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mengakhiri polemik yang berkembang.

Keterangan fhoto: Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan sistem pengelolaan limbah dan pembuangan air limbah ke laut.

“Kalau memang ada pelanggaran, tentu harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tetapi apabila tidak ditemukan pelanggaran, masyarakat juga berhak mengetahui fakta yang sebenarnya. Karena tujuan utama kita adalah menemukan kebenaran, bukan memperpanjang polemik,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Eko mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia menilai kemampuan memverifikasi informasi merupakan kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

Keterangan fhoto: Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan sistem pengelolaan limbah dan pembuangan air limbah ke laut.

“Jangan mudah percaya hanya karena sebuah informasi viral. Verifikasi terlebih dahulu, cari fakta yang sebenarnya, dan jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Karena kebenaran selalu membutuhkan pembuktian,” pungkasnya.

(Red/Tim Investigasi SITI JENAR Group Multimedia)